Peduli Lingkungan, PT Pariwara Luncurkan Program Sepeda Iklan Keliling

Peduli Lingkungan, PT Pariwara Luncurkan Program Sepeda Iklan Keliling

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni di setiap tahunnya, PT Pariwara meluncurkan produk media iklan luar ruang yang baru, yang mengedepankan unsur ramah lingkungan. Sebagai salah satu perusahaan tertua di industri media luar ruang, sejak tahun 1978, PT Pariwara atau biasa dikenal sebagai Pariwara Billboard, saat ini bergegas menanggalkan identitasnya sebagai perusahaan media luar ruang yang konvensional. Kini PT Pariwara mulai berbenah, Mengusung tema dan konsep baru, yaitu “Pariwara City Friendly Advertising”, PT Pariwara berkomitmen untuk menyediakan media iklan luar ruang yang ramah dan bersinergi dengan pembangunan kota. Niatan untuk berkontribusi ini, melahirkan beberapa produk media iklan luar ruang baru. Salah satunya adalah, “Pedaling” (Sepeda Iklan Keliling). Media iklan luar ruang bergerak ini menggunakan sepeda sebagai perantara mobilisasinya dan ditambah dengan trailer yang dapat dibongkar pasang mengikuti jenis sepeda apapun. Jika dibandingkan dengan Papan Reklame raksasa maupun LED Videotron, media ini sangat ramah energi karena tidak membutuhkan pasokan listrik. Bertempat di area Car Free Day Monas – Semanggi, Minggu (15/6/2014), Pedaling untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik. Mengambil lokasi di area Bundaran HI, parade Pedaling dilakukan mengelilingi Bundaran HI pada pukul 09.00 WIB. Dalam pengoperasian dan peluncuran Pedaling, PT Pariwara mendapat dukungan dari B2W (Bike to Work) Indonesia dan juga Dinas Perhubungan. “Pedaling lahir dari ide yang sederhana, bagaimana menyediakan media iklan luar ruang yang ramah dan bersinergi dengan pembangunan kota. Sekaligus saya ingin mengajak masyarakat Jakarta untuk hidup sehat, menggunakan sepeda sebagai alat transportasi yang efektif dan hemat biaya “ ujar Putra Fajar, direktur utama PT Pariwara yang masih aktif mengikuti pelatihan bisnis ActionCOACH ini. Menurut Putra, Jakarta harus kembali ke...
Putra Fajar, Dua Kali Melakukan Perubahan Bisnis

Putra Fajar, Dua Kali Melakukan Perubahan Bisnis

Selepas lulus dari Management Strategy MM Universitas Gadjah Mada, Putra Fajar langsung didaulat memimpin bisnis ayahnya, PT Pariwara—agensi spesialis media luar ruang yang bermarkas di Jakarta. Bisnis yang telah dirintis sang ayah sejak tahun 1978 itu pun mulai dibenahi Putra. Mulai dari layanan hingga SDM (Sumber Daya Manusia). “Dulu, layanan yang ditawarkan PT Pariwara hanya fokus pada izin papan reklame billboard. Kami hanya menawarkan jasa sewa titik billboard yang kami miliki kepada agensi periklanan lainnya,” cerita Putra, Pemilik sekaligus Pemimpin PT Pariwara.Watch Full Movie Online Streaming Online and Download Melihat perkembangan bisnis yang tidak progresif, Putra memberanikan diri untuk melakukan perubahan, dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya fokus pada sewa izin. Ayah empat anak itu, kemudian menghadirkan inovasi berupa aneka layanan placement di media luar ruang. Mulai dari media placement di kabin ruang kabin pesawat, di badan kereta, di lantai dan pintu lift mall, di dinding gedung mall, hingga yang paling anyar billing—alias billboard keliling. “Dihadirkannya billing karena saat ini pemerintah kota sudah mulai membatasi billboard, yang dianggap telah merusak tata kota. Selain itu, biaya izin memperoleh titik billboard sekarang sudah sangat mahal. Oleh karena itu, kami meluncurkan billing yang menyasar keramaian, salah satunya di area car free day,” tambah pria kelahiran Jakarta 5 Juli 1978 itu menerangkan. Hasilnya, paska perubahan yang dilakukan oleh Putra, omset bisnis sang ayah tumbuh berlipat, hingga tembus puluhan miliar rupiah. Bahkan, inovasi layanan billboard keliling yang baru saja diluncurkan pada tahun 2014 lalu itu sudah mampu meraih klien kakap. Klien-klien yang telah memanfaatkan billing adalah Bank Syariah Mandiri, CIMB Niaga, ANZ, Kirin, Wana Artha Life, BNI Life, Rumah123.com, Maton House, Hilside Colony, Al-Ma’ariej Muslim...
Dari Jual Lokasi Reklame hingga Kuasai Periklanan

Dari Jual Lokasi Reklame hingga Kuasai Periklanan

Putra Fajar   Berikut sekilas perusahaan perikalanan, PT Pariwara hingga dipimpin oleh Putra Fajar:Watch movie online The Transporter Refueled (2015) 1. PT Pariwara adalah perusahaan keluarga yang didirikan oleh Didi Oerip Affandi (61) di Bandung pada tahun 1978. Sejak awal bidang usaha yang digeluti sama, yakni, outdoor advertising. Hanya, awalnya dia lebih banyak bergerak di bidang jasa dengan menjual izin lokasi ke biro-biro iklan. 2. November 2006, Putra Fajar, anak kedua dari empat bersaudara keluarga Didi Oerip Affandi dan Tien Wartini, masuk ke PT Pariwara. 3. Putra tertarik meneruskan usaha keluarga karena ingin membahagiakan mamanya. Selain itu, Putra sangat kagum dengan sosok ayahnya. 4. Mindset bisnisnya sangat dipengaruhi buku “Rich Dad, Poor Dad” karya Robert Kiyosaki dan ilmu yang diperolehnya dari mengikuti kuliah MM UGM pada tahun 2006. Kinerja bisnis Putra juga diasah dengan mengikuti pelatihan bisnis di Action Coach selama empat tahun. Saat ini, Putra masih punya pelatih bisnis dari Syariah Business Coach. 5. Pertengahan tahun 2012, saat bisnisnya makin berkembang dan kliennya makin banyak, Putra Fajar justru menyatakan akan menerapkan bisnis halal di PT Pariwara. 6. Tapi niat mulia itu baru dilaksanakan penuh tahun 2013. Dia mulai menolak iklan rokok, iklan kartu kredit dan iklan-iklan yang berbau riba. Dia juga menolak proyek iklan yang proses bisnisnya berbau KKN dan mark up. Dia juga tidak mau lagi melakukan entertain klien untuk memenangkan proyek.Watch Full Movie Online Streaming Online and Download 7. Tahun 2013, omset bisnisnya menurun karena dia menolak iklan yang berbau riba dan KKN. Tapi, dari segi keuntungannya sama. Menerapkan bisnis halal juga memacu PT Pariwara bekerja efisien, profesional dan kreatif. 8. Saat ini, PT Pariwara gencar...
Office Boy Pun Bisa Memimpin Rapat di PT Pariwara

Office Boy Pun Bisa Memimpin Rapat di PT Pariwara

Putra Rapat Dengan Team Di mana ada kemauan di sana pasti ada jalan. Ungkapan itu pas untuk menggambarkan iklim dan spirit belajar yang tumbuh di lingkungan PT Pariwara, perusahaan outdoor advertising yang tengah gencar menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kegiatan bisnisnya. “Betul, di sini seorang office boy pun bisa memimpin rapat dan pemimpin rapat harus bicara dalam bahasa Inggris. Walaupun bicaranya masih terbata-bata, nggak masalah. Namanya juga belajar tampil dan melatih kepercayaan diri, tapi semuanya kita lakukan secara serius,” kata PT Pariwara, Putra Fajar, mengenai kebiasaan dan budaya belajar yang dikembangkan di PT Pariwara. Rapat yang dimaksud Putra Fajar adalah Morning Briefing. Kegiatan itu dilakukan untuk mendengarkan rencana kerja harian dari tiap-tiap unit dan melakukan koordinasi kerja. Rapat diadakan setiap jam 08.00 pagi, setelah karyawan melaksanakan salat Duha. Kegiatan itu dilaksanakan lima hari dalam seminggu dan untuk rapat dua hari pakai Bahasa Inggris, siapa saja bisa memimpin. “Karyawan silakan tunjuk tangan,” kata Putra. Awalnya Tidak Bisa Awalnya, Putra tidak bisa memimpin rapat karena dia juga kurang percaya diri bila tampil di depan umum. “Jabatan direktur utama, tapi nggak pernah mimpin rapat karena nggak bisa dan nggak pede. Itu terjadi pada tahun 2006, makanya saya belajar supaya bisa,” ujarnya. Putra gemar mengikuti seminar-seminar bisnis, motivasi, dan pelatihan yang diadakan Action Coach, sebuah perusahaan pelatihan bisnis asal Amerika, sehingga dia percaya, membangun kebiasaan belajar sangat penting untuk mengembangkan budaya kerja yang produktif dan kreatif. Dari sisi spiritual, kata Putra, kebersamaan itu dibangun, antara lain dengan melakukan solat berjamaah dan belajar mengaji Al Quran. “Kita juga punya kegiatan rutin lainnya seperti belajar Bahasa Inggris; melakukan olahraga bersama tiap Jumat sore, dan mengikuti pelatihan,” ujarnya. Budaya belajar itu...