Ramai-ramai Ber-iklan di Liga Inggris

Liga Inggris

Pasang iklan di Liga Inggris tidak lagi sulit, contohnya Garuda Indonesia, Telkomsel, Indosat adalah beberapa brand lokal yang sempat kita lihat beberapa kali “nampang” di pinggir lapangan pada pertandingan Liga Inggris pada dua musim belakangan ini, tepatnya di media LED A-board Pitchside. Khusus brand yang pertama disebut tadi malah menjalin kerjasama sponsorship dengan Liverpool, salah satu klub yang memiliki fanbase terbesar di dunia, yang isunya mencapai nilai fantastis untuk sebuah brand lokal, yaitu sekitar US$ 9 juta atau kisaran Rp 125 miliar saja.

Kira-kira apa yang memotivasi brand-brand tersebut untuk rela mengeluarkan budget miliaran rupiah hanya untuk tampil beberapa detik di layar LED pinggir lapangan? Garuda Indonesia mungkin jelas target marketnya untuk meraup sebanyak-banyaknya calon penumpang, dan mereka juga banyak rute internasional, termasuk salah satunya London – Jakarta. Lantas bagaimana dengan Telkomsel ataupun Indosat? Ataupun brand lokal lain yang beriklan disana? Apa yang mereka kejar?

 

Mari kita lihat beberapa profil statistik singkat Liga Inggris atau English Premier League berikut ini:

 

  •  Siaran Liga Inggris menjangkau 724 juta rumah di lebih dari 200 negara di dunia
  •  Ditonton lebih dari 100 juta orang di dunia, setiap minggunya!
  •  Atau 3,95 milyar penonton di dunia setiap tahun!
  •  131.000 TV Broadcast dan 185.000 jam liputan setiap tahun
  •  Peningkatan sejumlah 32,9% penonton setiap tahun

 

Data-data statistik diatas telah menempatkan Liga Inggris sebagai tayangan olahraga yang paling banyak menyedot penonton di seluruh dunia dibandingkan dengan event olahraga apapun! Dan jumlah penonton Liga Inggris di Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara atau peringkat 10 di dunia, yaitu menjangkau hingga 18 juta rumah (home reach).

Belum lagi dengan fanatisme para pendukung klub-klub Liga Inggris di Indonesia, lihat saja antusiasme mereka pada event-event nobar (nonton bareng) atau pada saat klub-klub seperti Liverpool, Chelsea, Arsenal berkunjung ke Indonesia beberapa tahun silam, Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas 95.000 penonton penuh terisi supporter.

Fakta statistik plus fanatisme dan juga “power of socmed” mungkin saja turut jadi penunjang alasan brand-brand lokal tersebut untuk beriklan di Liga Inggris, tak sedikit orang yang merasa takjub dan bangga ketika visual Garuda Indonesia terpampang di pinggir lapangan rumput Anfield, stadion milik klub Liverpool, dan bahkan logo Garuda Indonesia dipakai di dada para pemain dan staff klub tersebut, tak peduli anda penggemar Liverpool atau bukan, selama anda orang Indonesia pasti rasa takjub dan bangga itu ada meski hanya sedikit. Pasti juga ada bahan obrolan ketika menonton siaran langsung Liga Inggris antara Swansea City melawan Arsenal ada iklan Indosat di LED A-board Pitchside dan berbahasa Indonesia pula! Tak jarang bahkan yang memfoto atau screen capture momen tersebut dan di-unggah di media sosialnya masing-masing.

Kini semakin banyak brand-brand lokal yang bekerja sama dengan Liga Inggris, meskipun tidak beriklan di LED A-board Pitchside namun lebih kepada menjalin kerjasama dengan klub tertentu, seperti Extra Joss dan Garuda Food dengan Manchester City, Bank Danamon dengan Manchester United dan BNI dengan Chelsea. Dan mengingat pamor Liga Inggris yang terus meningkat tiap tahunnya bukan tak mungkin ke depannya akan banyak juga brand-brand lokal kita yang akan wara-wiri di situ.

Kejutan demi kejutan yang terjadi di Liga Inggris juga menjadi faktor yang menjadikan Liga Inggris lebih menarik untuk disaksikan dan lebih menyedot banyak penonton ketimbang liga lain di Eropa. Di La Liga Spanyol mungkin hanya menarik membahas dua tim yang selalu bergantian menjuarai liga yaitu Real Madrid dan Barcelona, di Serie A Italia, mungkin hanya Juventus, Inter dan AC Milan, di Bundesliga Jerman ada Bayern Muenchen dan seterusnya.  Tapi lihat Liga Inggris musim 2015 – 2016 ini, tim-tim besar tidak jarang tumbang oleh tim-tim kecil dan bahkan Chelsea sang juara musim sebelumnya sempat terseok-seok di Zona Degradasi selema beberapa pekan dan akhirnya kejutan yang paling besar adalah keluarnya Leicester City yang di musim sebelumnya nyaris terdegradasi menjadi juara Liga dengan sangat meyakinkan!

Semakin banyak kejutan berarti semakin banyak liputan, semakin banyak liputan berarti semakin banyak penonton, semakin banyak penonton, berarti semakin banyak peluang untuk beriklan, semakin banyak iklan tentunya semakin banyak pemasukan untuk pengelola dan juga untuk klub. Bagaimana dengan pengiklan? Ternyata menurut DIGITAR (Digiboard Tracking And Reporting) tahun 2014 dengan total belanja US$ 5juta pada LED A-board Pitchside menghasilkan Impression atau TV Impact sebanyak 1,5 Milyar lebih di seluruh dunia atau hampir 10 kali lipat Return On Investment (ROI)!

Jadi memang banyak alasan bagi brand apapun, tentunya dengan dukungan budget promosi yang mumpuni melebarkan strategi pemasarannya di dunia Internasional, salah satunya melalui Liga Inggris ini, khususnya bagi brand-brand lokal di Indonesia kini semakin mudah untuk beriklan di Liga Inggris karena tidak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk menghubungi Agency Iklan disana, cukup menghubungi Agency Lokal di Indonesia yang sudah menjadi Official Media Representative for Indonesian Market. Dengan demikian ke depannya akan sangat mungkin kita akan melihat kembali beberapa brand yang sudah familiar di Indonesia tampak di sisi lapangan pada siaran langsung Liga Inggris di rumah anda.

 

By:

Reno Ramadhan

Chief Marketing Officer of Pariwara