Proses Di Balik Pembuatan TV Commercial

 

 

              Production house di Jakarta TV Commercial (TVC), Motion Graphic, Company Profile dan lainnya menjamur sekarang ini, namun yang orang ketahui hanya segelintir Production House dari sekian banyak yang tersebar, kenapa begitu? Pada dasarnya production house itu terbagi menjadi beberapa bidang, ada yang membuat sinetron, film, iklan TV, dokumenter sampai ke video untuk pameran dan lain sebagainya. Yang banyak orang ketahui merupakan production house yang membuat sinetron dan film, kenapa? Karena nama mereka muncul di awal atau di akhir dari sebuah tayangan video tersebut. Itulah sebabnya orang hanya mengetahui beberapa production house dari sekian banyak yang ada di Indonesia, khususnya di Jakarta.

               Untuk tulisan kali ini bakal menilisik lebih dalam tentang production house yang membuat iklan TV atau TV commercial. Ratusan bahkan ribuan Iklan TV telah tayang menghiasi TV kita sehari-hari, dari jaman TV Lokal cuma 1 sampai belasan seperti sekarang ini. Tidak sedikit pula iklan TV yang menjadi trademark dan masih menempel di memori kita, contohnya  antara lain :

  1. Telkomnet Instant

Walaupun sudah bisa di bilang jadul, kita masih ingat dengan nada lagu yang simple dan enak di dengar membuat kita dapat mengingat nomor telepon 0809 8 9999 yang menjadi trend kala itu untuk koneksi internet.

  1. Oreo

Mungkin beberapa dari kalian masih melakukan cara makan oreo yang diajarkan oleh seorang anak kecil yang imut melalui sebuah iklan tv. Cara makan di putar – di jilat dan di celupin ke segelas susu membuat kita sering menirukan cara tersebut saat kita makan oreo.

                   Nah, 2 (dua) contoh di atas merupakan contoh kecil dari sekian banyak iklan yang mempengaruhi kehidupan kita, tapi apakah pernah terbayang bagaimana proses pembuatan semua iklan-iklan TV yang tayang di saluran-saluran TV kita? Banyak orang mengira proses pembuatan iklan TV itu jauh lebih mudah ketimbang sinetron ataupun film mengingat durasi per videonya iklan TV yang kebanyakan hanya di bawah 1 (satu) menit. Tapi nyatanya? Justru sebaliknya. Dengan konsep kreatif yang telah di buat sedemikian rupa untuk menyampaikan sebuah pesan dari suatu produk dalam durasi yang sedikit justru memerlukan effort yang jauh lebih besar, dikarenakan bagaimana caranya dengan waktu yang terbatas, pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan menarik.

                     Effort yang di keluarkan merefleksikan jumlah crew yang terlibat dalam setiap proses shooting iklan, peralatan yang di gunakan, sampai ke visual effect yang di perlukan dari setiap videonya. Rata-rata jumlah tim crew yang berada di production house dalam setiap produksi iklan TV bisa mencapai 100 orang, bukan jumlah yang kecil kan? Ya untuk durasi yang rata-rata hanya 15-30 detik di balik itu semua ada banyak orang yang bahu-membahu mengerjakannya.

                    Meski memiliki crew team yang banyak tidak menjadikan proses shooting atau pembuatan video sebuah iklan TV menjadi singkat. Rata-rata pengerjaan setiap video memakan waktu 1 bulan, mulai dari persiapan sebelum shooting atau yang biasa di sebut Pre-production, lalu di lanjut ke proses shooting (production), hingga ke proses editing (Post Production).

  1. A. Pre-Production

                   Sebagaimana namanya, pre-production merupakan tahap awal dari sebuah produksi video iklan TV. Mulai dari penjadwalan, pembentukan tim, pencarian talent (casting), mencari lokasi, set dan props yang akan di gunakan, pakaian yang akan di pakai, dan semua itu di pilih oleh client, dimana production house hanya mengajukan beberapa pilihan. Setelah semua di sepakati akan di mulai produksi (shooting) dengan semua item yang disepakati oleh client.

  1. B. Production

                     Setelah keseluruhan persiapan selesai, masuklah ke hari dimana kita sebut production. Biasanya untuk proses shooting sendiri dimulai pukul 6 atau 7 pagi. Namun semua crew biasanya jam 3 atau 4 pagi sudah berangkat menuju lokasi shooting tergantung jaraknya. Kenapa berangkat jauh lebih pagi? Ya untuk menyiapkan segala sesuatunya, dari mulai set up peralatan, talent di make up, dan lain sebagainya. Apabila shooting yang di lakukan di luar ruang (outdoor) cuaca sering kali menjadi penentu yang krusial, apabila kita berharap matahari terang lalu hujan maka disitu terjadi hal yang tidak di inginkan yang dapat menghambat proses shooting.

                       Selain pembuatan gambar, ada hal penting yang tidak terlupakan adalah Voice Over dan Musik, 2 elemen ini sama pentingnya dengan gambar dikarenakan elemen ini memberikan warna lebih di dalam iklan TV itu sendiri. Informasi yang disampaikan oleh video tersebut di perkuat oleh voice over yang beriringan menjelaskan tentang pesan yang ingin di sampaikan dan alunan musik memberikan atmosfer yang ingin di capai dari cerita di video tersebut. Prosesnya layaknya penyanyi, baik voice over ataupun pembuatan lagu di lakukan di studio rekaman.

  1. C. Post Production

            Setelah shooting selesai akan di dapat banyak hasil gambar yang di peroleh, namun tidak semua digunakan, hanya akan di pilih gambar terbaik dan yang di lakukan adalah proses kita sebut post production atau pasca produksi.  Seringnya kita mengetahuinya dengan kata editing. Proses post production ini di bagi menjadi beberapa tahap, mulai dari video editing yang terdiri dari offline edit, color grading dan online edit.

                C.1.1. Offline Editing

       Offline edit adalah editing untuk menentukan alur cerita, jadi kita hanya akan memilih gambar yang akan di gunakan dan di jadikan satu kesatuan sesuai susunan (sequence) gambar yang membentuk sebuah cerita yang di tulis sebelumnya.

                C.1.2. Color Grading

         Proses pewarnaan gambar merupakan langkah yang dilakukan setelah susunan gambar yang di lakukan sebelumnya sudah final. Karena umumnya gambar yang di hasilkan warnanya tidak seperti yang di inginkan maka gambar tersebut dilakukan pewarnaan sesuai dengan mood dari cerita yang ingin di tunjukkan.

                C.1.3. Online Editing

        Proses ini merupakan proses terakhir dalam proses video editing, dimana didalam proses online editing adalah melakukan proses yang bisa kita sebut final touch up. Dimana visual effects dan elemen pemanis lainnya di dalam video di lakukan di proses ini.

               Begitulah gambaran singkat tentang bagaimana Production House membuat sebuah video iklan TV yang biasa kita tonton sehari-hari di sela-sela acara favorit kita. Hal yang menyenangkan untuk di lakukan memang karena banyak tantangan di setiap iklan TV yang di buat.

 

By : Dani Arista
Marketing and BD Manager of Pariwara